News

Lebih dari 20 Kapal Komersial Lewat Selat Hormuz di Tengah Blokade AS

Washington (KABARIN) - Situasi di Selat Hormuz makin panas, tapi jalur pelayaran penting dunia ini ternyata belum sepenuhnya sepi. Dalam 24 jam terakhir, lebih dari 20 kapal komersial masih nekat melintas di kawasan tersebut.

Laporan The Wall Street Journal pada Selasa menyebut, kapal-kapal itu terdiri dari berbagai jenis, mulai dari kapal kargo, kapal kontainer, hingga kapal tanker yang keluar-masuk Teluk Persia.

Menariknya, kapal-kapal yang tidak memiliki tujuan ke pelabuhan Iran tetap diperbolehkan melintas. Mereka dikecualikan dari blokade yang diberlakukan Amerika Serikat, sehingga masih bisa beroperasi relatif bebas.

Meski begitu, risiko tetap tinggi. Beberapa kapal bahkan dilaporkan mematikan transponder atau alat pelacak mereka saat berlayar. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi potensi terdeteksi dan menghindari kemungkinan serangan dari Iran.

Ketegangan di kawasan ini memang sedang meningkat tajam. Pada 11 April, Iran dan Amerika Serikat sempat menggelar perundingan di Islamabad. Ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan dengan Teheran.

Namun, harapan itu tidak bertahan lama. Sehari setelahnya, pada 12 April, Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi negaranya menyatakan bahwa negosiasi gagal mencapai kesepakatan. Delegasi AS pun langsung kembali tanpa hasil.

Di hari yang sama, Trump langsung mengambil langkah tegas dengan mengumumkan blokade terhadap semua kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.

Ia juga menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat kapal-kapal yang melakukan pembayaran kepada Iran demi bisa melintas di Selat Hormuz.

Kebijakan blokade tersebut resmi mulai berlaku pada Senin pukul 14.00 waktu setempat.

Dengan kondisi yang masih penuh ketidakpastian, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kini jadi sorotan dunia. Meski sebagian kapal masih bisa melintas, situasi ini tetap berisiko tinggi dan bisa berdampak besar pada distribusi energi global.


Penerjemah: Katriana
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: